Skip to main content

Trending Topic

Terbaru! Gunung Semeru Erupsi, Warga Panik

Ahmad Riza Patria Dituding Curi Dana Hibah dari Dinsos Untuk Yayasan Keluarga, Begini Jawaban Tegasnya

Kabar terbaru datang dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria angkat bicara tentang dana hibah yang didapatkan Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) dari Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta.

Dikabarkan bahwa Dinsos memberikan dana hibah sebesar Rp486 juta kepada YPKP yang diketuai oleh KH. Amidhan Saberah yang merupakan ayah kandung dari Ahmad Riza Patria.

Adanya hubungan darah dengan Ahmad Riza Patria yang merupakan pejabat dari provinsi lokasi YPKP memunculkan dugaan adanya praktik KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme).

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari akun Facebook milik Riza Patria, ia kemudian menjelaskan terkait tuduhan tersebut.

"Pertama, bahwa Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) bukan Yayasan keluarga Ariza Patria, bukan Yayasan Ayah saya, dan bukan Yayasan milik pribadi," kata Ahmad Riza Patria.

Ahmad Riza Patria menyebutkan jika YPKP sudah berdiri selama 45 tahun, sejak 8 April 1976 ketika Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin meresmikan Kampus PKP di Ciracas, Jakarta Timur.

"Ide mendirikan YPKP lahir setelah MTQ Nasional tahun 1972. Saat itu muncul gagasan mendirikan madrasah yang lebih maju dan modern. Gagasan tersebut didukung oleh Ali Sadikin yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta," ujar Riza.

Dukungan yang diberikan untuk pembangunan YPKP tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta tanggal 18 April 1973 tentang Pengukuhan Pembentukan Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta sebagai sarana pendidikan dalam ruang lingkup Madrasah dan Pesantren.

Usai menjelaskan terkait sejarah pembangunan YPKP yang diklaim Riza bukan milik keluarga, ia juga meluruskan terkait tudingan pencurian dana hibah dari Dinsos.

"Dana hibah sebesar 486 juta rupiah itu bukan untuk Yayasan, bukan untuk Pengurus Yayasan, tapi untuk 90 santri yatim piatu yang dhuafa. Rinciannya: Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) x 3 kali makan x 30 hari x 6 bulan: total Rp 486 juta," ujar Riza.

Menurut Riza, nilai dana hibah yang diberikan untuk kebutuhan makan para santri tergolong murah jika dibandingkan dengan warga binaan sosial sebesar Rp40.480 per hari (Kepgub 2270/2017).

"Bantuan sudah diberikan kepada YPKP sejak zaman Ali Sadikin, kemudian Gubernur Sutiyoso mencanangkan pembangunan dan penataan kembali PKP. Bulan April 2015, Gub DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga membantu pendirian Gedung STIKes, Gedung Olahraga dan Seni di Kampus PKP Jakarta Islamic School. Zaman Pak Anies juga diresmikan asramanya," ucapnya.

Selain itu, Riza juga mengungkapkan jika ayahnya menjadi ketua YPKP sejak 2015, tetapi pasangan Anies Baswedan untuk memimpin Jakarta itu baru menjadi Wagub pada 2020.

"Jadi tuduhan adanya KKN terkait jabatan ayah saya itu, menjadi tidak masuk akal," tuturnya.  (Source : pikiranrakyat)

Foto : Hasil Tangkapan Layar/pikiranrakyat

Comments