Skip to main content

Trending Topic

Terbaru! Gunung Semeru Erupsi, Warga Panik

Terkait Suara Pengajian dan Zikir di Masjid, Ini Permintaan Tegas Ketua MUI

Kabar terbaru datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta agar suara dari masjid yang dilantangkan melalui alat pengeras suara jangan sampai mengganggu masyarakat sekitar.

Dikabarkan bahwa hal itu diungkapkan Cholil Nafis setelah beredar pemberitaan media asing yang mengangkat keluhan seorang warga Jakarta dengan nama samaran Rina.

Rina mengaku terganggu dengan suara azan yang dikumandangkan melalui pengeras suara setiap subuh.

Rina merupakan pengidap gangguan kecemasan dan tidurnya kerap terusik karena suara dari masjid pada pukul 3 dini hari.

Namun, Rina tidak mau mengutarakan keluhannya itu lantaran takut disalahpahami mengingat azan adalah suara yang sangat dihormati umat Muslim karena panggilan untuk beribadah.

Cholil Nafis mengatakan, memang perlu tenggang rasa terhadap masyarakat sekitar saat menyangkut soal suara yang dilantangkan dari masjid.

Oleh karena itu, Cholil Nafis menyarankan, suara yang dilantangkan hingga terdengar keluar masjid cukup azan saja.

"Pengajian dan dzikirnya cukup suara ke dalam masjid aja agar tak bising ke masyarakat sekitar. Skrg dapat memaksimalkan fungsi live daring," kata Cholil Nafis melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @cholilnafis pada 14 Oktober 2021.

Cuitan Ketua MUI Cholil Nafis.

Di sisi lain, pemberitaan media asing soal suara azan di Jakarta juga direspons oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Ahmad Riza Patria tidak menganggap suara azan yang dilantangkan keluar masjid sebagai suatu masalah.

"Azan ini itu kan memang panggilan ibadah. Tentu kita harus menghormati semua agama yang ada di Indonesia, menghargai," katanya di DPRD Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ahmad Riza Patria juga yakin para takmir di Jakarta pasti memahami bagaimana toleransi masyarakat di sekitar masjid soal suara azan.

"Jadi saya kira tidak masalah. Masjid-masjid, para majelis semua juga mengerti batasan-batasannya," ucap Ahmad Riza Patria.  (Source: Pikiran Rakyat)

Foto : Hasil Tangkapan Layar


Comments

  1. coba samplekan cara nada suara yg inginkan, go

    ReplyDelete
  2. Kalau cuma suara adzan dg load speaker sprtinya tidak masalah krn hanya sebentar, yg bikin masalah itu nyanyi nyanyi yg dianggap sholawatan dan dzikir dg load speaker itu yg masalah krn lama.

    ReplyDelete
  3. Kenapa baru sekarang ritual agama Islam di soal ?!? Ada apa dengan orang2 ini yaa? siapa mereka?!

    ReplyDelete

Post a Comment

Berilah komentar yang mendukung dan santun