Skip to main content

Trending Topic

Hercules Sambangi Gedung PBNU, Terungkap Alasannya

MENGEJUTKAN! Briptu Fikri Tembak Laskar FPI dengan Jarak Sentimeter, Anggota DPR: Biadab......

Kabar terbaru datang dari seorang Anggota Komisi XI DPR RI, Refrizal turut menanggapi peran dari terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dalam perkara dugaan tindak pidana pembunuhan anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek atau dikenal dengan kasus "unlawful killing".

Dikabarkan bahwa dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zet Tadung Allo, Briptu Fikri disebut termasuk ke dalam salah satu orang yang menyebabkan tewasnya empat Laskar FPI.

(Cuitan/Tangkapan Layar)

Briptu Fikri, dikatakan jaksa, menembak anggota Laskar FPI dengan jarak hanya beberapa sentimeter.

Anggota Laskar FPI tersebut ditembak di mobil Daihatsu Xenia warna silver bernopol B-1519-UTI yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020.

"Perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ujar Allo seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Antara.

Mendengar hal tersebut, Refrizal pun geram. Ia mengatakan bahwa perlakuan yang dilakukan para terdakwa terhadap anggota Laskar FPI adalah tindakan sadis dan biadab.

Mereka sadis & biadab. Laknatullah,” tuturnya melalui akun Twitter pribadinya @refrizalskb.

Menurut Refrizal, kasus dugaan pembunuuhan anggota Laskar FPI yang terjadi di di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek harus diusut tuntas.

“Harus dibongkar TUNTAS siapa DALANG PEMBANTAIAN 6 Orang Laskar FPI. Laknatullah,” katanya.

Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus penembakan anggota Laskar FPI yang organisasinya sudah dibubarkan, di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek atau disebut "unlawful killing" pada Senin kemarin.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat dua terdakwa, Briptu Fikri dan Ipda M Yusmin O dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan saksi Ipda M Yusmi Chorella dan Ipda Elwira Priadi Z (Almarhum) mengakibatkan matinya Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofiyan, M. Reza, dan Muhammad Suci Khadavi Putra," kata Jaksa Penuntut Umum Zet Tadung Allo. (Source: pikiranrakyat-depok)


Comments