Skip to main content

Trending Topic

Terbaru! Gunung Semeru Erupsi, Warga Panik

Heboh Tagar #PercumaLaporPolisi, Akhirnya Terbongkar Sebabnya

Kabar mengejutkan datang dari seorang wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni menilai wajar jika kini muncul tagar di media sosial #Percumalaporpolisi setelah mencuatnya dugaan kasus pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sebagaimana dikabarkan bahwa menurutnya, hal itu wajar dilontarkan publik lantaran kasus tersebut diduga dihentikan penyelidikannya oleh kepolisian setempat.

"Seiring dengan mencuatnya berita ini, muncul pula tagar #Percumalaporpolisi, karena memang laporannya malah ditolak," kata Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Politisi Nasdem ini sangat menyayangkan sikap kepolisian yang menolak atau menghentikan penyelidikan kasus.

Padahal, kata Sahroni, kasus tersebut bahkan dilaporkan langsung oleh ibu kandung korban.

Ia heran lantaran tugas polisi seharusnya melindungi dan melayani masyarakat, dengan cara mengusut laporan yang diadukan.

"Karenanya saya akan minta dan pantau terus agar yang pertama dilakukan Polri adalah melindungi pelapor dan korban," ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, polisi harus membuka dan mengusut kasus ini kembali.

Ia mendesak Polri menaruh perhatian penuh pada kasus tersebut mengingat tugas mereka melindungi masyarakat.

"Jangan sampai kasus seperti ini diacuhkan, yang akan membuat masyarakat malah malas mengadu, hingga tindakan kekerasan maupun kriminalitas jadi merajalela,” pungkas Sahroni.

Sebelumnya diberitakan, kasus pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandung mengemuka ke publik. Kasus ini diungkap langsung oleh ibu dari tiga anak tersebut.

Namun, kepolisian di Luwu Timur malah menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

Penghentian itu bahkan dilakukan hanya dua bulan sejak ibu tersebut membuat pengaduan ke polisi.

Menyusul kabar tersebut, netizen di dunia maya langsung merespons dengan tagar #Percumalaporpolisi.

Hal ini sebagai respons publik atas sikap polisi setempat yang terkesan mengabaikan kasus tersebut. (Source: Kompas)


Comments