Skip to main content

Trending Topic

Respons Anak Buah Irjen Fadil soal Sindiran Jokowi

Munarman Eks FPI Bebas? Ini Jawaban Polisi

Penangkapan terhadap front pembela Islam masih terus menjadi perdebatan di publik sebab ada yang setuju terhadap penangkapan itu namun ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa penangkapan itu tidak sesuai dengan aturan hukum. 

Selain itu, beredar informasi bahwa mantan sekretaris umum front pembela Islam tersebut bebas jika pihak kepolisian tidak memiliki bukti yang cukup. 

Sebagaimana dilansir dari tribunjateng mengunkapkan bahwa Polri menyatakan pihaknya akan melepaskan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman bila tidak terbukti terlibat terorisme.

Penyidik Densus 88 disebut memiliki waktu 21 hari untuk membuktikannya.

Hal ini disampaikan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan seperti dilansir oleh Tribunnews.com, Sabtu (1/5).

Ahmad mengatakan, penyidik Densus 88 memiliki waktu sebanyak 21 hari atau tiga pekan.

Sehingga dalam waktu tersebut, bila penyidik tak bisa membuktikan Munarman terlibat terorisme, maka Polri akan melepaskan eks pentolan FPI itu.

Dijelaskan Ahmad, aturan itu tercantum di dalam Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang nomor 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

"Penyidik Densus 88 memiliki waktu sebanyak 21 x 24 jam. Kalau 21 x 24 jam belum bisa membuktikan maka penyidik harus melepas," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan aturan ini berbeda dengan penangkapan tersangka yang terlibat di dalam dugaan tindak pidana umum biasa.

"Itu bedanya dengan hukum acara pidana, hanya 1 hari atau 1 x 24 jam. Ketika tindak pidana umum setelah 1 x 24 jam tidak cukup bukti maka yang bersangkutan harus dilepas," jelasnya.


Comments