Langsung ke konten utama

Trending Topic

Tokoh Agama Ditikam Anaknya Sendiri, Apa Yang Terjadi?

WADUH! ANGGOTA DEWAN INI MINTA DENSUS 88 DIBUBARKAN, KENAPA?

Kabar mengejutkan datang dari seorang anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mencuitkan saran agar Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dibubarkan saja. 

Dikabarkan bahwa Fadli awalnya mengutip cuitan sebuah berita tentang wanti-wanti Densus 88 soal potensi Taliban menginspirasi teroris Indonesia, yang kemudian dikomentari Fadli sudah tidak relevan.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamofobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja," tulis Fadli di Twitter-nya, Rabu (6/10). "Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas."

Lalu apa kata Densus 88 mengenai saran dari Fadli ini? Kabag Banops Densus 88, Kombes Pol Aswin Siregar, rupanya hanya memberi tanggapan singkat. "Terimakasih informasinya, akan kami pelajari," tutur Aswin, dikutip dari Detik News, Kamis (7/10).

Reaksi lebih keras disampaikan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang mengaku terkejut dengan permintaan Fadli tersebut. Sebab dalam pandangan Kompolnas, biasanya terorislah yang akan menyuarakan narasi seperti itu.

"Kami sangat kaget, heran, dan menyayangkan statement Anggota DPR RI Bapak Fadli Zon," kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, melalui pesan singkat. "Yang menyatakan Densus 88 sebaiknya dibubarkan karena islamofobia dan menjadikan teroris sebagai komoditi."

Menurutnya, permintaan Fadli tidak berdasar, apalagi karena sang anggota dewan sendiri tidak masuk dalam komisi yang mengawasi Polri. "Bagi kami statement tersebut sangat tidak berdasar, tidak didukung data, tidak didukung penelitian, dan ahistoris," ujarnya.

"Ahistoris itu maksudnya tidak melihat sejarah. Artinya, ucapan Fadli Zon tidak melihat selama ini Densus 88 secara profesional mengungkap dan memproses hukum kasus-kasus teroris di Indonesia sejak kasus Bom Bali 1 di tahun 2003 hingga kasus-kasus teroris yang terjadi saat ini," imbuh Poengky.

Poengky menyebut, narasi semacam ini biasanya disampaikan oleh kelompok teroris atau radikal. "Sehingga menyesatkan dan sangat berbahaya jika seorang anggota Dewan mendukung narasi tersebut," sambungnya. (Source: WowKeren)


Komentar