Langsung ke konten utama

Trending Topic

Tokoh Agama Ditikam Anaknya Sendiri, Apa Yang Terjadi?

TERBARU! Pimpinan KKB Senat Soll Meninggal, Menuding Dibunuh Tidak Terhormat oleh Militer Indonesia

Kabar mengejutkan datang dari Juru bicara Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) Sebby Sambom menuding militer Indonesia membunuh salah satu pimpinan KKB Papua, Senat Soll saat menjalani perawatan di rumah sakit. 

Dilansir dari Tribun timur, Ia menyampaikan ucapan terimakasih atas perjuangannya.

“Terima kasih untuk jasa dan perjuangannya demi rakyat Papua. Senat Soll bukan baru pertama bergabung dengan TPNPB, tetapi banyak pendahulu sampai sekarang, banyak yang bergabung dari kesatuan TNI Polri ke TPNPB itu banyak,” kata Sebby.

“Dia (Senat Soll) ditahan sebagai tawanan perang berarti ia harus diadili, dibuktikan di pengadilan bukan diracuni dengan potong kaki. Ini sama dengan mereka (aparat keamanan Indonesia) mereka bunuh Dani Kogoya. Jadi ini cara Indonesia paling biadab. Karena kami menyerukan kepada rakyat Papua, dan mendesak kepada dunia internasional, PBB untuk tidak tinggal diam karena pembunuhan tidak terhormat dan tidak menunjukkan kejantanan dari pada TNI Polri. Potong kaki dan diracuni ini cara.

Selanjutnya, sebagaimana dirangkum dari Jurnal Palopo, Senaf Soll, pecatan TNI yang berbelot menjadi KKB tertangkap oleh Satgas Nemangkawi pada 1 September 2021.

Disaat tertangkap Senaf Soll mengalami luka tembak pada bagian paha dan tungkai kanan.

Dirinya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Jayapura untuk mendapatkan perawatan.

Meski demikian, dikabarkan Senaf Soll meninggal dunia pada tanggal 26 September 2021.

Kematian Senat Soll ini ditanggapi langsung oleh Jubir TPNPB, Sebby Sambom.

Sebby Sambom menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Senat Soll.

Meski begitu, Sebby mencurigai kematian Senat di RS Bhayangkara tidaklah wajar.

Bahkan dia menuding militer Indonesia telah melakukan tindakan yang melanggar hukum Internasional.

Menurut informasi yang diterima Sebby dari Papua Intelligence Service (PIS) bahwa kondisi Senat Soll sudah dalam keadaan memburuk.

Bahkan kata Sebby, kematian Senat Soll disebabkan karena dia diracuni dan dipotong kakinya oleh pihak militer Indonesia.

" (Pembunuhan ini) tidak menunjukkan kejantanan dari pada TNI Polri. Potong kaki dan diracuni ini cara tidak hormat, ini genosida!" tegas Jubir TPNPB tersebut.

Dia juga mendesak PBB untuk membawa perkara ini ke jalur hukum Internasional.

"Kami menyerukan kepada rakyat Papua dan mendesak kepada dunia Internasional PBB untuk tidak tinggal diam karena pembunuhan tidak terhormat," ungkapnya.


Komentar