Langsung ke konten utama

Trending Topic

Tokoh Agama Ditikam Anaknya Sendiri, Apa Yang Terjadi?

Luhut Binsar Panjaitan Terancam? Kenapa?

Kabar mengejutkan datang dari deretan 35 tokoh pemimpin negara dan ratusan nama pejabat bahkan artis dari seluruh dunia masuk menjadi daftar panjang laporan investigasi garapan 600 jurnali dari berbagai media internasional.

Dikabarkan bahwa Laporan tersebut dirilis oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) bertajuk Pandora Papers.

Isi laporan Pandora Papers itu disusun berdasarkan bocoran 11,9 juta dokumen yang didapatkan dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.

Sontak Pandora Papers menjadi sorotan publik dunia, termasuk publik Indonesia.

Sebab, salah satu menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan masuk ke dalam faftar ini.

Dalam Pandora Papers, Luhut disebut-sebut sempat mendapuk jabatan di salah satu perusahaan cangkang (shell company) yang terdaftar di Panama.

Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) Kementerian Keuangan pun turut membuka suara terkait beredarnya laporan tersebut.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor menyampaikan, hingga saat ini pihak Ditjen Pajak belum menerima laporan tersebut.

“DJP belum menerima informasi atau dokumen terkait hal tersebut,” ujarnya pada wartawan, Selasa, 5 Oktober 2021, dilansir dari Galamedia.

Meski belum menerima, Noor menegaskan bahwa Ditjen Pajak sesuai dengan prinsipnya membuka diri terhadap masukan atau informasi yang membeberkan persoalan pajak.

Pihak Ditjen Pajak pun dipastikan Noor akan menindaklanjuti temuan-temuan dalam laporan Pandora Papers.

“Prinsipnya DJP terbuka terhadap semua informasi dan masukan, dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara, Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi menjelaskan Luhut memang memang sempat mempimpin dan mengelola Petrocapital S.A, tetapi tidak berlangsung lama.

“Bapak Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010. Perusahaan ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Oktober 2021.

Tetapi dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, sehingga Luhut memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis di Indonesia. (Source: Bentengsumbar)


Komentar