Langsung ke konten utama

Trending Topic

Tokoh Agama Ditikam Anaknya Sendiri, Apa Yang Terjadi?

Kendaraan Dijual Kok Masih Kena Pajak Progresif? Ini Jawabannya

Kabar terbaru berkaitan dengan pajak progresif yang sampai saat ini masyarakat masih bingung dengan kebijakan tersebut. 

Beberapa orang berpendapat, bagaimana mungkin kendaraan yang sudah terjual masih dibebankan pajak. 

Pajak ini  muncul berasal dari kendaraan yang telah dijual.

Sebagaimana dirangkum dari SeputarTangsel, Bila pajak progresif masih muncul, berarti kendaraan tersebut belum dibalik nama oleh pemilik baru.

Hal tersebut tentunya sangat merugikan pemilik lama jika tak dilakukan balik nama atau pemblokiran.

Apalagi pajak progresif kendaraan besarnya akan terus meningkat sesuai banyak kendaraan yang dimiliki.

Berikut ini perhitungan pajak progresif.

a. Untuk Kepemilikian kendaraan pertama, besar pajak adalah 2%.

b. Untuk kepemilikan kendaraan kedua, besar pajak adalah 2,5%.

c. Untuk kepemilikan kendaraan ketiga, besar pajak adalah 3%.

d. Untuk kepemilikan kendaraan keempat, besar pajak adalah 3,5%

e. Sedangkan untuk kepemilikan kendaraan kelima dan seterusnya, besar pajak adalah 4%.

Jika sulit menghubungi pemilik baru kendaraan Anda dan tak ingin terus membayar pajak progresif, maka lakukan pemblokiran segera.

Cara untuk memblokirnya cukup mudah serta tak dipungut biaya.

a. Datang ke bagian Blokir Progresif di kantor SAMSAT tempat kendaraan tersebut terdaftar.

b. Mengisi formulir pemblokiran dengan materai Rp 6000.

c. Sertakan fotokopi KTP pemilik kendaraan sesuai STNK, fotokopi STNK atau data kendaraan seperti jenis kendaraan dan plat nomor.

d. Membawa KTP asli pemohon, jika diwakilkan maka wajib menyertakan surat kuasa, Kartu Keluarga, KTP asli, dan fotokopinya.

Jika semua persyaratan telah lengkap, maka akan diberi fotokopi formulir yang telah dicap sebagai bukti.

Dalam jangka waktu 3-7 hari kendaraan tersebut sudah diblokir pajak progresifnya.


Komentar