Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Usai Pembakaran Kantor Pemerintahan, Terbongkar Situasi di Yalimo Papua

Kabar terbaru terkait pembakaran kantor pemerintahan yang sebelumnya terjadi di Yalimo Papua sempat menjadi perhatian masyarakat dan viral di media sosial.

Dikabarkan bahwa Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal memastikan, jika kondisi atau situasi di Yalimo.

Lebih lanjut Ia terangkan bahwa Papua sudah kondusif setelah pembakaran terhadap sejumlah kantor pemerintahan pascaputusan MK terkait Pilkada.

"Situasi kondusif, sebagian warga mengungsi ke Wamena," kata Kamal saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Tak hanya mengungsi ke Wamena saja, sebagian masyarakat juga ada yang mengungsi ke pos pengamanan yang ada di lokasi tersebut.

"Sebagian masih di pos TNI- Polri. Warga yang tinggalkan Yalimo, mereka tinggal bersama keluarganya," jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan mendiskualifikasi pasangan Nomor Urut 1 Calon Bupati Erdi Dabi dan Calon Wakil Bupati John W Wilil Kabupaten Yalimo, Papua. 

Keputusan diskualifikasi tersebut dilakukan MK dalam sidang putusan gugatan sengketa Pilkada 2020.

"Menyatakan diskualifikasi calon bupati Erdi Dabi dan Pasangan Calon Bupati Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo Nomor Urut 1. Karena tidak lagi memenuhi syarat sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo Tahun 2020," kata Ketua MK RI Anwar Usman saat pimpin sidang disiarkan daring, Selasa (29/6).

Setelah adanya putusan tersebut, diduga massa dari pendukung calon itu pun merasa tidak puas. 

Dikabarkan bahwa mereka lalu membakar sejumlah gedung pemerintahan pada Selasa, 29 Juni sekitar pukul 16.00 WIT.  (Source News: Liputan6)


Komentar