Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Terbongkar Penjelasan Tegas Equity Life Indonesia, Anies Baswedan Salah Sidak?

Kabar terbaru berkaitan dengan PT Equity Life Indonesia menjadi sorotan dan viral di media sosial.

Adapun perusahaan tersebut disorot setelah sidak yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di perkantoran selama PPKM darurat.

Sebagaimana dilansir dari kumparan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur penanggung jawab perusahaan di bidang industri asuransi jiwa itu. 

Anies kecewa karena tahu ada ibu hamil masih diminta masuk ke kantor.

Di sisi lain, Anies sempat menanyakan soal jumlah orang yang masuk ke kantor saat ini. Apakah benar sudah sesuai dengan ketentuan?

Menyikapi kejadian itu, Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuliarti, memberikan penjelasan. Yuliarti mengatakan, perusahaannya memiliki komitmen untuk melindungi nasabah selama pandemi COVID-19.

"Dalam masa pandemi ini, PT Equity Life Indonesia tetap memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk selalu melayani dan melindungi masabah kami melalui penyediaan layanan produk, klaim, baik asuransi jiwa maupun kesehatan," kata Yuliarti.

Yuliarti menuturkan, PT Equity Life Indonesia dan kantor pemasarannya merupakan perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 terkait Pemberlakuan PPKM Darurat Corona Virus Disease 2019 di Jawa dan Bali.

Selain itu, juga berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 875 Tahun 2021 Perihal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 yang diterbitkan tanggal 2 Juli 2021.

"Untuk itu kami tetap membuka Kantor Pemasaran dan layanan di seluruh Indonesia secara terbatas di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) ini," ucap Yuliarti.

Yuliarti mengatakan, dalam menjalankan operasional WFO, PT Equity Life Indonesia juga menerapkan protokol kesehatan ketat sebagaimana aturan pemerintah.

"Kami memastikan dalam menjalankan aktivitas bisnis maupun operasional selalu mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan termasuk pemberlakuan maksimum karyawan work from office (WFO) sebesar 50 persen," tutur Yuliarti.


Komentar