Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Terbongkar Jawaban Wapres Ma’ruf Amin Terkait Julukan King Of Silent, MENGEJUTKAN ❗

Kabar terbaru terkait Wakil Presiden Ma’ruf Amin, lewat juru bicaranya, Masduki Baidlowi angkat bicara terkait julukan wapres sebagai ‘King of Silent’ atau ‘Raja Bungkam’.

Masduki menegaskan, wapres terus bekerja membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan baik dalam menjalankan pemerintahan ini. Masduki mengatakan, Ma’ruf Amin memiliki gayanya sendiri menjadi kepala negara. 

Misalnya ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menterinya sudah mengungkapkan ke media. Maka Ma’ruf Amin tidak lagi perlu untuk tampil ke media.

“Wapres bekerja. Bahwa kemudian bekerja tidak selalu didengungkan, tidak selalu disuarakan, iya. Karena memang Wakil Presiden kita ini dengan gaya low profile-nya mempunyai argumentasi sendiri yang sering kita kemukakan, kalau misalnya Presiden dan menteri-menteri sudah ngomong ya cukuplah. Itu misalnya seperti itu,” katanya.

Masduki menjelaskan bahwa tugas Presiden dan Wakil Presiden bukanlah untuk melakukan eksekusi. Karena fungsi tersebut ada di kementerian dan lembaga. Kepala negara hanya tugasnya melakukan koordinasi.

“Wapres itu bekerja menggkoordinasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya dikerjakan oleh Presiden yang sebenarnya dilimpahkan kepada Wakil Presiden, nah itulah pekerjaan-pekerjaan Wakil Presiden,” ungkapnya.

Sebelumnya, akun instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) @bemkmunnes tengah viral di media sosial. Hal ini lantaran BEM KM Unnes mengunggah gambar Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan menyebut sebagai ‘The King of Silent’.

Dalam unggahannya, BEM KM Unnes menyertakan beberapa gambar. Ada gambar Ma’ruf Amin dengan sebutan The King of Silent, Presiden Jokowi dengan sebutan The King of Lip Service dan Ketua DPR Puan Maharani yang disebut The Queen of Ghosting.

Unggahan pada Selasa 6 Juli 2021 itu diberi judul ‘Indonesian Political Troll’. Dalam keterangan unggahan BEM KM Unnes menyebut hal ini sebagai kritik terhadap pemerintahan Jokowi dan DPR. 

Sumber Berita : Manado Post

Foto : Hasil tangkapan layar

Komentar