Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Rapat DPRD dan Nakes Ricuh, Terbongkar Fakta Yang Terjadi

Kabar mengejutkan datang dari sebanyak 16 organisasi profesi kesehatan Kabupaten Sikka pada Senin (12/7) siang mendatangi Kantor DPRD Sikka.

Mereka menyampaikan pernyataan sikap bersama organisasi profesi kesehatan Kabupaten Sikka.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh dr.Mario B.Nara, mereka menyayangkan pernyataan Anggota DPRD Benediktus Lukas Raja dalam video youtube yang kemudian viral di media sosial.

Dalam Pernyatan sikap yang ditanda tangani oleh ketua dari 16 organisasi profesi kesehatan ini, antara lain disebutkan, pihaknya menyesalkan pernyataan - pernyataan Anggota DPRD Sikka atas nama bapak Benediktus Lukas Raja dalam video tersebut yang kontra produktif pada upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19 dan pihaknya mendesak permohonan maaf bapak Anggota DPRD Benediktus Lukas Raja secara terbuka di media massa selama 3 hari berturut - turut, apabila beliau tidak sanggup membuktikan pernyataan dan tuduhannya dalam video tersebut.

Dikabarkan bahwa usai perwakilan Nakes menyampaikan 6 pernyataan sikapnya, dilanjutkan dengan dialog bersama Anggota DPRD. 

Kendati demikian, dialog yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu pun berujung dengan terjadinya kericuhan.

Kericuhan bermula saat Ketua DPRD, Donatus David mengetuk palu untuk mengakhiri Rapat Dengar Pendapat. Padahal belum ada kesepakatan atau kesimpulan antara DPRD dan perwakilan nakes dari 16 organisasi profesi tersebut.

Usai palu diketuk, salah satu Anggota DPRD yakni Frans Sinde tidak menerima dengan keputusan pimpinan DPRD yang menutup sidang. Padahal dirinya masih mau berbicara.

Dia pun berteriak dan membanting salah satu dokumen di meja. Akhirnya timbul reaksi dari Anggota DPRD lain untuk berusaha menenangkan Frans Sinde.

Suasana pun menjadi gaduh, puluhan nakes pun berhamburan keluar saat Anggota DPRD Frans Side masih berteriak marah - marah.

Sumber : Kumparan


Komentar