Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Obat Antivirus Sulit Didapat di Apotik, Terbongkar Jawaban Terbaru Menkes

Kabar mengejutkan berkaitan dengan pasien Covid-19 dan masyarakat pada umumnya banyak  mulai mengeluhkan kelangkaan obat-obatan antivirus di pasaran seperti di sejumlah apotek dan klinik. 

Dikabarkan bahwa salah satunya adalah obat antivirus Favipiravir dan Azitromisin.

Berdasarkan hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan stok obat-obatan tersebut sebetulnya tersedia, hanya saja terhambat di bagian distribusi.

Budi menjawab mengapa saat ini terjadi kelangkaan obat. Pihaknya sudah bicara dengan distributor obat dan farmasi agar bersedia membantu masrakakat. Sehingga masyarakat bisa menjangkau ketersediaan obat.

“Kami sudah amati jumlah obat Favipiravir dan Azitromisin katanya sulit didapatkan, sebenarnya stoknya ada,” katanya kepada wartawan secara daring baru-baru ini.

Menurutnya, ada isu di distributor dan farmasi terkait hal itu dan sudah diimbau agar bisa membantu masyarakat. Salah satunya dengan memperlancar distribusi.

“Minta tolong dibantu. Ini sudah saatnya masyarakat membutuhkan. Saatnya kita membantu masyarakat dengan memperlancar distribusi dan juga harga terjangkau,” katanya.

Menurutnya Harga Eceran Tertinggi (HET) obat adalah harga di mana Kemenkes membeli obat itu dari beberapa produsen. Harga itu adalah harga yang terpasang di e-katalog pembelian pemerintah.

“Harga itu range transaksi saat BPJS lakukan pembelian obat,” jelasnya.

Ia meminta agar farmasi dan distributor obat sama-sama mengerti dan memahami situasi. Terutama soal mendapatkan keuntungan yang lebih kecil.

“Memang untungnya lebih kecil, tapi kita berharap teman-teman industri farmasi bisa membantu rakyat kita. Agar terjangkau oleh rakyat kita. Kita perlu ciptakan situasi gotong royong,” ungkapnya (source: JawaPos)


Komentar