Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Waduh! Viral Video Bupati Alor Marahi Staf Kemensos dan Maki Mensos Risma

Kabar mengejutkan datang dari Bupati Alor Amon Djobo mendadak viral lantaran memarahi staf Kemensos dan mengatai Mensos Tri Rismaharini.

“Pa dorang besok tidak boleh ada disini. Besok kamu pulang sudah! Saya kasi ingat kamu, kamu pulang sudah! Besok saya bikin surat ke Presiden,” ucap Amon Djobo.

Meski tak menyebut nama Risma, tapi ucapan Amon Djobo ditujukan kepada sosok mantan Wali Kota Surabaya itu.

“Dia (Mensos) pikir dia terlalu hebat apa? Pimpin Surabaya hanya tanam bunga pohon saja kok, tau apa dia? Apa dia tu?” katanya.

“Kastau deng dia tu! Sebentar kasitau dia bupati marah betul, kau punya laporan kasi Presiden tu,” sambungnya.

Dikabarkan bahwa Amon pun mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan yang menurutnya harus disalurkan langsung kepada penerima.

“Coba sekarang bilang. Itu program pusat, betul tidak? Untuk apa? Untuk keluarga harapaan. Miskin itu,” tegasnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan itu ada di bawah kendali pemerintah, bukan DPRD.

“Bagaimana dia (Menteri) bilang DPR. DPR mana tu?” katanya.

Seperti tak puas, Amon Djobo kembali mengata-ngatai Risma sebagai menteri bodoh.

“Menteri bodok model begitu. Masih lebih baik ibu Kofifah. Pantas model begitu tu, tempat (Kemensos) itu korupsi. KPK tangkap lagi. Nanti saya suruh dia (KPK),” katanya.

Ia lantas mengusir staf Kemensos itu dan secepatnya angkat kaki dari Alor

“Kamu tidak menghargai pemerintah yang kerja. DPR mana itu. Itu kan orang caplok. iya to?”

“Bantuan itu dari pengurus PKH, baru bilang Presiden yang perintah untuk dia yang bagi. Dari mana itu, yang model begitu?” ujarnya.

Amon Djobo lantas kembali menyebut Risma sebagai menteri bodoh.

“Lalu itu Menteri omong lurus saja begitu. Berarti dia juga tidak mengerti pola bantuan sampai ke bawah. Menteri bodok model begitu!” ucapnya.

Ia menyatakan, sebagai pejabat, seharusnya lebih dulu berfikir baru setelah itu bicara.

“Kau pikir kita di daerah ini bodok barangkali? DPR mana tu? Sekarang kau datang kau bilang baru 13 orang, sembarang saja kau,” ujarnya.

Amon Djobo bahkan sampai mengancam akan melempar staf Kemensos itu dengan kursi.

“Saya lempar kau dengan kursi baru kau tobat nanti. Kau datang bukannya tanya kami, lu pi tanya orang lain,” hardiknya.

“Kau di kementerian golongan berapa kau?” tanya Amon yang lantas dijawab seseorang di antaranya golongan empat.

“Ah pantas kau bodok. Saya IV E, kau mengerti? Setan lu!”

“Lu kasi tau lu punya menteri tu bahwa bupati bilang kau paling bodok. Titik,” tegasnya.

Lagi-lagi, Amon Djobo menyinggung Mensos Risma.

“Jangan karena kau pimpin suarabaya. Alor tidak bisa begitu! Saya tunggu dia (Menteri Risma) nanti,” ucapnya.

Penjelasan Amon Djobo

Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan April 2021 lalu tapi kembali viral di media sosial baru-baru ini.

Dikonfirmasi, Amon Djobo membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia tak mengetahui siapa yang menyebarkan video tersebut.

“Saya marah karena pemerintah daerah dilangkahi dan dilecehkan oleh Kementerian Sosial,” kata dia.

Amon tak mau nanti pihaknya dianggap pemerintah pusat tidak melayani masyarakat.

“Nanti presiden dan pemerintah pusat dikira pemerintah daerah tidak bekerja,” tegas Amon. (Source : Inikata Sultra)

Foto : Tangkapan Layar

Komentar