Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Usai Suntik Vaksin, Karyawan Bank BUMN Meninggal, Tangisan Keluarga Pecah, Terungkap Penyebabnya

Kabar terbaru tentang dari seorang ibu muda yang juga adalah salah satu karyawan di salah satu perusahaan BUMN.  

Dikabarkan meninggal dunia usai divaksin covid 19. Ibu muda cantik karyawan bank BUMN di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut, meninggal dunia setelah lima hari menjalani vaksinasi COVID-19 .

Dilansir dari SindoNews mengungkapkan bahwa usai vaksinasi COVID-19 lima hari lalu, ibu satu anak tersebut mulai merasakan tubuhnya lemas, dan mengalami gejala sesak nafas. Hingga kondisi kesehatannya semakin memburuk, dan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Buton.

Harlita, ibu kandung almarhumah seolah tak percaya putri semata wayangnya, yang baru memiliki satu anak balita itu, telah pergi untuk selamanya. "Anak saya mulai mengeluhkan tubuhnya lemas usai divaksin beberapa hari lalu, ditambah lagi mengalami gejala sesak nafas dan tubuh seperti di tusuk jarum," ungkapnya.

Meninggalnya Waode, menambah daftar peserta vaksinasi COVID-19 yang meninggal dunia usai mendapatkan suntikan vaksin di Kota Baubau.

 Sebelumnya, seorang guru di Kota Baubau, La Hinu meninggal dunia beberapa jam usai disuntik vaksin COVID-19 .

Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Kota Baubau, menyebutkan jika guru tersebut meninggal bukan karena vaksinasi COVID-19 , melainkan karena penyakit bawaan.

Sebelumnya, seorang guru juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena menderita lemas dan sesak nafas beberapa menit usai di vaksin COVID-19.

Foto : Ilustrasi Meninggal Dunia

Komentar

  1. Pemerintah pusat khususnya kementerian kesehatan harus mengambil sikap tegas, sdh berapa korban imbas dari pemberian vaksin, jgn justru mengelak bhw penyebabnya bukan karena efek dari suntikan vaksin, berhentilah berbisnis dgn cara mengorbankan rakyat jelata

    BalasHapus
  2. Korban meninggal dengan ciri2 yang sama yaitu sesak nafas n terutama demam tinggi mendadak,,apakah itu yang dibacotin pemerintah dg alasan penyakit bawaan???
    Logika saja lah ngasi alasan, berhentilah menghabiskan uang rakyat, toh marcona sudah tdk ada, yang ada malah masalah lain...

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun