Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Rizieq Seret Nama Ahok, Jaksa "itu Enggak nyambung" Terungkap Alasannya

Kasus mantan ketua umum front pembela Islam kembali menjadi sorotan publik dan kembali viral.

Adapun kasus tersebut menjadi sorotan publik karena pihak jaksa penuntut umum kembali menjawab pledoi dari mantan ketua umum front pembela Islam itu. 

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, bahwa Habib Rizieq Shihab dalam pledoinya menyeret nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Denny Siregar dan beberapa nama lainnya. 

Dilansir dari SindoNews, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai pledoi yang diajukan Habib Rizieq Shihab menyeret nama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam kasus swab test RS Ummi Bogor pledoi tak memiliki kaitan dengan pokok persoalan.
 
Hal itu dikatakan JPU dalam membacaan replik di PN Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

JPU menilai, Habib Rizieq dalam pledoinya sangat mudah sekali menghujat dan mengaitkan orang lain dengan pembelaannya meski tak ada hubungannya. 

"Emosi tanpa kontrol dan mengaitkan orang lain dalam pembelaan yang tidak ada hubungannya sama sekali. Di antaranya perkara Ahok, juga menghubungkan dengan Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, selain dari pada itu, menghubungkan dengan Diaz Hendropriyono yang kesemuanya tidak ada nyambungnya," kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, dalam pledoinya Habib Rizieq hanya menyampaikan kekesalannya dalam pledoi dianggap kurang tepat. 

"Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya bukan di sini tempatnya," ungkapnya.

Jaksa menilai bahwa dalam peradilan semua agama sama dimata hukum. Menurutnya, hal itu sudah digariskan sebagaimana Undang-Undang Dasar 1945. 

"Di dalam peradilan bukan hanya agama Islam, tapi semua agama yang telah digariskan dalam UUD 45 bahwa setiap orang harus mendapat kedudukan hukuman yang sama," tuturnya.



Komentar