Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Mengaku Diintimidasi Penyidik KPK, Saksi Bansos Mengungkap Fakta Baru

Kabar terbaru berkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi Bansos kembali menjadi sorotan publik dan terlebih ketika saksi Bansos mengaku diintimidasi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sampai kepalanya dihajar pakai keyboard komputer.

Sebagaimana dilansir dari RMOL.ID mengunkapkan bahwa sejak beberapa hari ini, saksi itu menceritakan soal laporannya ke Dewas KPK kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Dia telah melaporkan dua penyidik KPK pada pertengahan Februari 2021 di saat proses penyidikan perkara dengan tersangka Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial masih berlangsung di KPK.

Dua penyidik yang dilaporkan itu berinisial MP dan PN. Dia melaporkan dua penyidik tersebut karena diduga melakukan pelanggaran kode etik.

Kedua penyidik dilaporkan atas dugaan melakukan intimidasi dan ancaman kepada saksi sebanyak tiga kali. Pada saat penggeledahan, diperiksa di KPK, hingga memberikan kabar bohong kepada atasan atau bos di tempat kerja yang membuat saksi dipecat atau kehilangan pekerjaan.

Dia dipecat dari tempat kerjanya sekitar akhir Januari 2021, tepat saat dia sedang cuti ke luar negeri.

Padahal, saksi tersebut mengaku sudah cuti secara resmi untuk urusan medis. Akan tetapi, penyidik yang dilaporkan itu diduga menyampaikan kabar yang seolah-olah dia menjadi calon tersangka dalam perkara bansos.

Bahkan, dia sempat disebut sedang melarikan diri ke luar negeri.

Ancaman dan intimidasi penyidik, katanya, juga dilakukan saat penggeledahan rumah. Dia mengaku diancam akan dimasukkan ke dalam penjara.


Komentar