Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Akhirnya Terungkap 5 Fakta Preman Tanjung Priok

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penangkapan preman preman yang ada di Tanjung Priok. 

Hal ini jadi sorotan karena Presiden Republik Indonesia Joko Widodo  langsung menelepon Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak para preman tersebut.

Hal ini dilakukan Jokowi karena  para preman ini telah meresahkan masyarakat khususnya para sopir yang mencurahkan seluruh isi hatinya saat beraudiensi langsung dengan Presiden. 

Dilansir dari Okezone, ada 5 fakta penangkapan preman di Pelabuhan Tanjung Priok:

1. Berawal dari Curhatan Sopir Kontainer Tanjung Priok ke Jokowi

Penangkapan puluhan preman di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara berawal dari curhatan sopir kontainer ke Presiden Jokowi pada Kamis 10 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mendengarkan langsung keluh kesah para sopir, terutama soal pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme. Pada saat itu juga, Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera membereskan hal tersebut.

"Pagi hari ini saya senang bisa bertemu dengan bapak-bapak semuanya. Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat," ucap Jokowi dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

2. Kapolri Instruksikan Berantas Premanisme: Segera Bersihkan Tangkap dan Tuntaskan!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Hal itu menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri untuk menindak tegas preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di Pelabuhan Tangjung Priok, Jakarta Utara.

"Seluruh Polda dan Polres jajaran harus menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan. Hal itu demi menjamin keselamatan dan memberi rasa tenang kepada masyarakat," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

3. Kapolri Imbau Warga Laporkan Tindakan Premanisme dengan Hubungi Hotline 110

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor kepada aparat kepolisian apabila menerima perlakuan atau tindakan premanisme.

Menurut Sigit, warga bisa memanfaatkan Hotline 110 ketika mendapatkan aksi premanisme. Menurutnya, layanan tersebut akan tersedia 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari aparat kepolisian.

"Masyarakat tetap tenang tidak perlu khawatir dengan aksi premanisme. Kepolisian kini memiliki aplikasi Dumas Presisi dan (hubungi) layanan Hotline 110. Kami akan memberikan bantuan yang maksimal kepada warga," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Ia juga telah menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

4. Jokowi Pantau Penanganan Pungli dan Premanisme di Tanjung Priok

Presiden Jokowi mengaku akan terus memantau atau mengikuti proses penanganan pungutan liar (pungli) dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ia sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon untuk menuntaskan perkara ini.

Hal itu dikatakan Jokowi saat mendengar keluhan sejumlah sopir kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis 10 Juni 2021.

"Prosesnya akan saya ikuti, akan saya cek apakah sudah terjadi perbaikan apa belum, kalau udah nanti saya undang lagi (sopir kontainer) di lain waktu," kata Jokowi sebagaimana dilihat dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

5. Polri Pastikan Tindak Tegas Premanisme Tak Hanya di Pelabuhan

Polri memastikan bahwa penindakan tegas terhadap aksi premanisme tak hanya dilakukan di wilayah Pelabuhan. Melainkan, pada setiap tempat yang kerap terjadi hal tersebut.

"Tidak hanya Pelabuhan saja tapi di tempat lain yang memang terjadi pemerasan ataupun pungli seperti itu akan kita lakukan penindakan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Terkait dengan aksi premanisme, Argo mengungkapkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan petunjuk dan pengarahan kepada seluruh jajaran di Indonesia untuk melakukan penindakan terhadap aksi premanisme.

"Asops Kapolri akhirnya memberikan instruksi, memberikan arahan kepada seluruh jajaran di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi terhadap premanisme," ujar Argo.


Komentar