Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Polri Berkomitmen Akan Menangkap Penghinaan Kepada Palestina, Ternyata Sebabnya Karena Hal ini .....

Kabar terbaru datang dari POLRI yang dikabarkan komitmen akan menangkap orang  yang menghina palestina Khususnya pengguna media sosial. 

Sebagaimana dijelaskan dan dikutip Cirebon.Pikiran-Rakyat.com dari Humas.Polri.go.id, Polri secara langsung memberikan peringatan kepada para kreator atau pengguna media sosial untuk tidak membuat konten yang bersifat adu domba.

Perlu diketahui bahwa Polri di tahun ini secara resmi telah melakukan pengawasan terhadap seluruh penggunaan internet di Indonesia melalui tim Virtual Police.

Tim tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan menciptakan iklim atau suasana media sosial yang aman dan tentram di dunia maya.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan kalau Polri bisa melakukan penangkapan kepada pengguna media sosila yang melakukan provokasi atau menciptakan kegaduhan.

“Kalau yang sifatnya bisa mengadu domba bahkan menciptakan suasana yang bisa menjadikan kegaduhan, itu bisa saja Direktorat Siber melakukan penangkapan,” ujar Ahmad Ramadhan.

Berdasarkan pernyataan tersebut diharapkan masyarakat pengguna internet dapat tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengadu domba.

Salah satunya adalah tidak melakukan atau menyebarkan video yang berisi penghinaan terhadap Palestina.

Kabag Penum Divisi Humas Polri itu berpendapat bahwa menyebut konten-konten seperti itu hanya menimbulkan kegaduhan.

Kegaduhan muncul akibat adanya adu domba yang kemudian mengakibatkan perpecahan bangsa.

“Jadi harus dibedakan juga mana yang perlu, mana juga yang sifatnya ini membahayakan. Apalagi mengadu domba, bisa menciptakan perpecahan bangsa,” kata Ahmad.

Karena potensinya yang dapat menimbulkan kegaduhan, maka sudah tugas dari Polri untuk melakukan penangkapan.

Tentu penangkapan dilakukan secara bertahap dengan prosedur tertentu yang dimulai dari adanya peringatan melalui Virtual Police milik Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Virtual Police akan terlebih dahulu akan mengingatkan atau menegur pemilik akun atau konten, jika konten tersebut bersifat ujaran kebencian.

“Virtual Police itu sifatnya adalah memberikan peringatan, juga memberikan edukasi terhadap posting-an yang sifatnya ujaran kebencian. Jadi, yang sifatnya ujaran kebencian, bisa kita ingatkan,” ucap Ahmad.

Melihat penjelasan tersebut, masyarakat setidaknya harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial demi mendukung tujuan dari Virtual Police.

Fotp Tangkapan Layar

Komentar

  1. Yang menghina Israel juga harus ditangkap, jadi adil
    Apalagi sampai membakar bendera

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuh...NKRI harus adil dan tidak hanya mendukung palestina

      Hapus
  2. Kalo menghina Palestina di tindak...kalo menghina China Israel g mn...di biar kan saja gitu yah...

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun