Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

PM Israel Marah Meradang dan Marah Besar, Terungkap Penyebab Utamanya

Kabar terbaru datang dari dunia internasional khususnya berkaitan dengan persoalan Israel dan Palestina di mana perdana Menteri Israel Benjamin marah besar dan sangat meredang atas keputusan PBB untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran dalam serangan militer mematikan Israel ke Gaza beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana dilansir dari pikiranrakyat-bekasi diungkapkan bahwa Benjamin Netanyahu bahkan menyebut keputusan PBB tersebut hanyalah bentuk antusiasme dari masyarakat dunia yang tidak suka kepada Israel.

"Keputusan memalukan hari ini adalah contoh lain dari obsesi anti Israel Dewan HAM PBB yang terang-terangan," kata Netanyahu seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Reuters, Jumat, 28 Mei 2021.

Menurut Benjamin Netanyahu, resolusi yang diadakan PBB tersebut sama saja dengan mendukung kegiatan teroris di seluruh dunia.

"Ini mengejek hukum internasional dan hanya menggiatkan teroris di seluruh dunia," ucapnya.

Hamas juga diketahui mendukung investigasi yang akan dilakukan PBB tersebut.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem menyampaikan bahwa semua kelompok Islam yang menguasai Gaza menyambut baik keputusan Dewan HAM PBB untuk membentuk komite investigasi internasional atas pelanggaran Israel di wilayah Palestina.

Perlu diketahui, hingga Selasa, 25 Mei 2021, jumlah korban meninggal akibat serangan mengerikan militer Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang dikepung bertambah menjadi 254 orang, termasuk 39 wanita dan 66 anak-anak.

Sebagaimana diketahui bahwa Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB telah memilih untuk melakukan investigasi atas kejahatan perang yang terjadi selama konflik Israel dan Palestina.

Voting yang dilakukan pada Rapat Dewan HAM PBB Kamis (27/5/2021), menghasilkan 24 suara menyetujui investigasi, dan sembilan lainnya menolak.

Resolusi untuk melakukan investigasi terhadap kejahatan perang pada konflik Israel-Palestina sebelumnya diapungkan oleh negara Muslim.

Delegasi Pakistan dan Organisasi Konferensi Islam (OIC) mengajukan resolusi tersebut dan meminta adanya komisi penyelidikan permanen yang dibentuk untuk melaporkan pelanggaran hak di Israel, Tepi Barat dan Gaza.

Foto : Tangkapan Layar/Republika

Komentar

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun