Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Mengejutkan! Novel Baswedan Geram, Sampai Bilang Ketua KPK Begini

Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang juga sering disebut sebagai penyidik senior lembaga antikorupsi Novel Baswedan merasa geram sekali.

Novel Baswedan merasa geram berkaitan dengan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menonaktifkan 75 pegawai KPK yang dianggap tidak lulus tes wawasan kebangsaan. 

Penyidik senior KPK itu mempertanyakan alasan Firli meminta Novel dan puluhan pegawai KPK yang tak lolos tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk mennyerahkan surat tugas mereka.

“Seorang ketua KPK bertindak sewenang-wenang dan berlebihan seperti ini, yang menarik dan perlu menjadi perhatian,” kata Novel kepada GenPI.co. selasa (11/5).

Dia mengatakan tidak ada korelasi antara menangani perkara dengan tidak lolos TWK.

Sebab asesmen itu hanya akan berimbas pada statusnya di KPK, sebagai ASN atau tidak dan bukannya diberhentikan.

Maka ketika dirinya dan 74 menyerahkan surat tugas lantaran tidak lolos asesmen itu, itu dianggapnya sebagai tindakan kesewenang-wenangan.

“Akibat dari tindakan sewenang-wenang tersebut, para penyidik atau penyelidik yang tangani perkara disuruh berhenti tangani perkara,” ucap Novel.

Dia menegaskan langkah ketua KPK tersebut jelas menggambarkan upaya untuk menyingkirkan para pegawai yang berintegritas.

Oleh karenannya, mantan perwira polisi ini mangatakan bahwa dirinya dan 74 pegawai KPK lainnya tidak akan tinggal diam.

“Kami akan melawan,” pungkas dia. (GenPi/duniaoberita)


Komentar

  1. Lawan dgn tegas pk novel.. semoga Allah selalu memberikan kemudahan Aamiin

    BalasHapus
  2. Kami sangat setuju langkah yang di tempuh para fisioner kpk terbaik bangsa dalam memberantas tindak pidana korupsi... Mereka telah menoreh tintah emas dalam sejarah pemberantasan korupsi di indonesia.. Jangan lemahkan kpk hanya persoalan prosudur atau masalah tehnis tapi lihatlah prestase mereka.. Krn semuanya itu kebaikan bangsa dan negara... Slam merdeka... Nkri harga mati..

    BalasHapus
  3. Ada apa Nobel bertindak seperti itu dia ingin mempertahankan dirinya karena takut, takut tdk memiliki pamor, masih banyak anak bangsa yg lebih baik dari dia. Pantesan saja ngeyel

    BalasHapus
  4. Binasakan para kelompok Taliban di tubuh KPK

    BalasHapus
  5. Kita bekerja sesuai hati nurani akan tetapi rakyat tidak menyukai nya lantas, kita tetap merasa orang baik begitu... Jangan merasa baik itu tidak cukup, karna rakyat butuh progres sekarang Indonesia dalam krisis segala hal dan kita hanya merasa kan baik baik saja itu salah... Indonesia butuh progres itu saja

    BalasHapus
  6. Setiap petugas harusla salin bergantian,bila perlu di kirim kedesa agar lebih banyak mengetahui kehidupan rakyat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun