Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Jaksa Minta Maaf ke Habib Rizieq Shihab dan Mengakui Kesalahan

Kabar mengejutkan datang dari Jaksa Penuntut Umum yang dikabarkan meminta maaf kepada Habib Rizieq Shihab. 

Dikabarkan bahwa permintaan maaf itu disampaikan tim JPU pada persidangan yang digelar pada Kamis (20/5) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Atas nama kejaksaan, tim penuntut umum, kami meminta maaf. Mudah-mudahan saudara terdakwa memaafkan kekeliruan pengetikan itu," ujar jaksa.

Sebagaimana dilansir dari GenPi, Jaksa mengakui kesalahan dalam ketikan yang merujuk dua putusan MA mengenai tindak pidana menghasut.

Sebelumnya, eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu protes dan menyebut bahwa jaksa membuat fakta salah mengenai kasusnya.

Kesalahan itu terkait adanya surat tuntutan yang menyebutnya telah melakukan tindak pidana menghasut sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1120 K/Pid/2010 dan nomor 426 K/Pid/2011.

Dia mengklaim tidak pernah dijerat dengan dua perkara itu. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat pembacaan pleidoi.

Jaksa mengakui kesalahannya dan beralasan kesalahan pengetikan perkara tersebut karena adanya fitur auto correct dalam penulisan nama terdakwa.

Diketahui, putusan MA yang dicantumkan jaksa dalam tuntutan atas nama Muhammad Rizieq Shihab itu salah ketik. Yang mana terdakwa perkara nomor 1120 K/Pid/2010 atas nama Bensasar Pasaribu.

Sedangkan terdakwa nomor 426 K/Pid/2011 atas nama Karlan Suherlan alias Elon bin Sarkim.

“Penuntut umum tidak ada niat untuk melakukan kekeliruan itu," jelas jaksa.


Komentar

  1. Baguslah jentelmen. Akui kesalahan karena keliru. Ketimbang gengsi tetap bertahan padahal salah.

    BalasHapus

  2. Saya percaya jaksa tidak ada niat utk menulis salah. Oleh karena buatlah arguman pentuntutan dengara rasa ikhlas niat beribadah, dan buang jauh jauh rssa kebncian. Jika ini yg dilakukan jaksa maka benar atau salah tuntutan jaksa tetap bernilai ibadah, salah dapat pahala satu derajat, dan jika benar akan mendapat dua pahala.

    BalasHapus
  3. Ingat sewaktu disumpah pak jaksa sebagai jaksa.jangan membohongi kata hatinya seakan akan tidak akan mati .mungkar itu ada.

    BalasHapus
  4. Harusnya jaksa sudah bisa ihklas bahwa IB HRS tak bersalah alias wajib di putus bebas murni..

    BalasHapus
  5. Harusnya jaksa sudah bisa ihklas bahwa IB HRS tak bersalah alias wajib di putus bebas murni..

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun