Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Israel Lebih Kuat Dari Palestina, Ternyata Ini Alasan Mendasar Sejarawan

Perselisihan antara Israel dan Palestina terus menjadi sorotan dan menjadi bahan perhatian masyarakat dunia sebab kejadian tersebut tentu membawa ketidakdamaian terhadap kedua negara. 

Perselisihan terhadap kedua negara ini menjadi perhatian sejarawan yang mengungkapkan bahwa Israel lebih kuat dari Palestina dan berhentilah berperan sebagai korban.

Sebagaimana dilansir dari RMOL dijelaskan bahwa  Sejarawan Universitas Montreal di Kanada, Yakov Rabkin, mengomentari perselisihan antara Israel dan Palestina yang kembali memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, Israel adalah pihak yang lebih kuat dan 'pelaku' dalam perang mematikan yang berlangsung dalam seminggu belakangan ini.

"Mereka sudah seharusnya berhenti bermain-main, berperan seolah menjadi pihak yang menjadi korban," ujar Rabkin kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara, Jumat (14/5).

"Pesan saya kepada pihak yang lebih kuat, yaitu Israel dalam kasus ini, adalah bahwa mereka harus merevisi narasi mereka. Saya katakan, berhenti berpikir bahwa Anda adalah korban. Anda bukan korban dalam kasus ini. Anda adalah pelakunya," ujarnya.

Profesor itu mengatakan Israel sudah seharusnya berperilaku sesuai dengan norma internasional. Apa yang dilakukan Israel telah memenuhi kriteria sebagai kejahatan perang.

Dia juga menolak penggunaan istilah 'konflik' untuk menggambarkan kekerasan antara Israel dan Palestina, dengan mengatakan itu tidak berlaku karena Israel memiliki kekuatan yang tidak proporsional.

"Karena kita pada dasarnya berbicara tentang penduduk sipil yang menghadapi salah satu mesin militer paling canggih di kawasan ini," kata Rabkin.

Rabkin juga mengatakan bahwa banyak politisi 'menggunakan situasi seperti perang' untuk menyelamatkan 'kulit' mereka.

“Saya tidak bisa seperti Perdana Menteri Netanyahu. Saya tidak tahu mengapa dia memberi perintah ini (pengerahan kekuatan). Jelas, dia mendapat manfaat dari polarisasi dalam masyarakat Israel, dan tentu saja permusuhan semacam ini meningkatkan polarisasi, yang kita lihat bahkan di jalan-jalan Israel," katanya.

Sejarawan Universitas Montreal di Kanada, Yakov Rabkin/RMOL

Komentar

  1. Garang nye pinter bingiiiit cocucok jadi jubir felistin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yahudi dengan sejarah nya memang jahat

      Hapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun