Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Hakim Mengabulkan Permintaan Habib Rizieq, Begini yang Terjadi

Kasus berkaitan dengan Habib Rizieq Shihab masuk terus berlanjut sehingga proses hukum yang telah berjalan dimuka pengadilan sudah sampai pada agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. 

Dikabarkan bahwa agenda pembacaan  tuntutan Jaksa tersebut harus ditund.

Dikabarkan bahwa majelis hakim yang menyidangkan kasus Habib Rizieq Shihab mengabulkan permohonan Habib Rizieq Shihab untuk menunda pembacaan tuntutan.

Sebagaimana dikabarkan dari GenPi diungkap bahwa sedianya, pembacaan tuntutan itu dijadwalkan dalam persidangan, Senin (10/5).

Namun, permintaan penundaan sidang pembacaan tuntutan perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, itu datang dari kubu eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Hal tersebut terjadi, lantaran kubu Habib Rizieq Shihab meminta majelis hakim menghadirkan ahli yang dianggap dapat memberikan keterangan yang meringankan terdakwa.

Oleh sebab itu, tim kuasa hukum Habib Rizieq menyatakan bahwa yang akan dihadirkan itu adalah ahli bahasa dan pakar epidemiologi.

"Kami masih meminta kepada majelis, paling tidak diberi kesempatan. Ada ahli bahasa dan ada ahli yang berkaitan dengan covid-19," jelas salah satu anggota tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.

Sebelumnya, JPU sempat mengajukan keberatan atas permintaan kubu Rizieq Shihab. Sebab, hari ini sudah diagendakan sidang pembacaan tuntutan untuk Rizieq Shihab.

Namun, setelah tim kuasa hukum Habib Rizieq menyampaikan alasan, Majelis Hakim PN Jaktim akhirnya menyetujui sidang dengan agenda pembacaan tuntuan JPU itu ditunda.

"Jadi penuntut umum terpaksa kami mundurkan pembacaan tuntutannya. Paling nanti tanggal 18 (Mei) kami bacakan tuntutannya," tegas Ketua Majelis Hakim PN Jaktim Suparman Nyompa.

Foto : Habib Rizieq Shihab


Komentar