Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Feri Amsari: Lebih banyak dari mereka sebagai orang yang tidak berguna saja di KPK

Dinonaktifkannya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus menjadi sorotan publik dan menjadi bahan pembicaraan dan terlebih-lebih banyak penilaian dari beberapa pihak. 

Penilaian yang menarik datang dari Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai bahwa empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi selain Firli Bahuri  tidak berguna. 

"Tidak bisa dilihat apapun sikap dan pilihan. Lebih banyak dari mereka sebagai orang yang tidak berguna saja di KPK," kata Feri di Jakarta, Jumat (14/5/2021). 

Sebagaimana dilansir dari Wartaekonomi mengunkapkan bahwa dia menyebut, bahwa pimpinan KPK saat ini tidak lagi menganut prinsip kolektif kolegial lantaran empat pimpinan lain hanya menuruti keputusan Firli Bahuri. 

Dia mengibaratkan, kalau empat pimpinan yang tidak memiliki sikap itu hanya boneka yang digerakkan oleh kepentingan yang sama terhadap Firli Bahuri.

"Inilah anehnya, empat pimpinan lain tidak memahami kolektif kolegial," kata Feri yang merupakan pegiat antikorupsi ini. 

Lebih lanjut, Feri juga menyesalkan sikap Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang sepertinya acuh terhadap permasalahan yang tengah terjadi. Dia mengatakan, kalau Dewas juga menjadi bagian dari "permainan" yang kali ini terjadi di tubuh lembaga antirasuah tersebut.

"Bagi saya, Dewas KPK dari dulu sudah dicurigai merupakan bagian dari permainan ini. Itu sebabnya, tidak banyak di antara dewas yang bersikap tegas," katanya.

Pimpinan KPK/Hasil Tangkapan Layar

Komentar