Langsung ke konten utama

Trending Topic

Massa Bakar Pos Anggota Raider 200 dan Batalyon Zipur 2, Apa Yang Terjadi

Yasonna Kecam AHY: Jangan Main Serang Tanpa Dasar! Ini Alasannya

Berdasarkan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Serdang Sumatera Utara yang menetapkan kepala staf kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum partai Demokrat yang baru.

Berdasarkan hal tersebut, Yasona Laoly angkat bicara. 
Seperti dijelaskan dari Makassar Terkini dikatakan bahwa Dalam hal ini, Yasonna menyampaikan pesan teruntuk pengurus DPP Partai Demokrat, termasuk Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak asal menuduh pemerintah tanpa dasar.

Yasonna mengaku bahwa pemerintah akan mengusut kasus itu dengan cara yang objektif.

Oleh karena itu, SBY dan AHY tak perlu memberikan tuduhan yang bukan-bukan terhadap pemerintah.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Ini saya pesan kepada salah seorang pengurus Demorkat kemarin saya pesan, tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begini. Tulis saja kita objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya!” ujar Yasonna, dikutip dari Suara, Selasa, 9 Maret 2021.

Tak hanya itu, Yasonna juga menegaskan bahwa Kementerian Hukum dan HAM akan

bersikap profesional dalam menangani kasus partai bintang mersi tersebut.

“Kami akan bertindak profesional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu supaya dicatat. Itu saja titik,” kata Yasonna.

Ia juga mengatakan bahwa masalah dualisme kepemimpinan Partai Demokrat saat ini masih menjadi permasalahan internal partai tersebut.

Setidaknya, kata Yasonna, sampai pihak Moeldoko mendaftarkan kepengurusan hasil kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara kepada pemerintah.

“Kalau dari segi kami, saat ini kami masih melihat ya masalah itu masih masalah internal Demokrat. Karena kelompok yang dikatakan KLB kan belum ada menyerahkan satu lembar apapun kepada kami,” tutur Yasonna.

Yasonna juga menegaskan bahwa pihaknya akan menilai secara objektif sesuai AD/ART Partai Demokrat.

“Nanti kalau KLB datang kita akan menilai semuanya sesuai AD/ART Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu penting,” pungkasnya.


Komentar

  1. AHY MAIN SELUNDUK AJA KE KANTOR MENKUMHAM.....

    KAYAK KEBAKARAN JENGGOT AJA...不不不不不

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun