Langsung ke konten utama

Trending Topic

Anggota Polsek ke Anggota Polres: “Kamu Sudah Sering Saya Ingatkan”, Setelah Itu Dor…

Tenaga Kerja Asing Tega Tendang Karyawati Orang Indonesia, Ini Menyedihkan

Kabar terbaru datang dari seorang tenaga Kerja Asing atau TKA tega memarahi dan menendang seorang karyawati asli Indonesia di Subang.

Video viral terhadap kekerasan yang dilakukan kepada karyawati asal Indonesia tersebut menjadi viral di media sosial serta mendapatkan kecaman yang luar biasa dari netizen asal Indonesia.

Masyarakat Indonesia khususnya di media sosial merasa marah dan emosi dengan perlakuan tenaga kerja asing tersebut sebab mereka berpikir bahwa kok bisa tenaga Kerja asing memarahi dan menendang orang Indonesia di rumahnya sendiri.

Seperti dijelaskan dari Inews yang mengatakan bahwa Dalam dua video yang belakangan diketahui terjadi di PT Taekwang di Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu memperlihatkan seorang laki-laki marah-marah dan menendang anak buahnya itu.

Video yang masing-masing berdurasi 30 detik itu pun mendapat kecaman dan membuat netizen emosi. Netizen meminta agar oknum TKA itu diproses hukum. Perbuatannya dinilai sangat tidak pantas. Bahkan, aksinya dalam video viral dinilai mengingatkan warga negara Indonesia saat masa penjajahan. Saat itu, warga asing yang menjadi pendatang malah menyiksa warga pribumi.

"Ternyata kita masih dijajah di negara sendiri," tulis pemilik akun Facebook Edy Supianto, mengomentari video kekerasan tersebut.

"Gak di luar negri..gak didalam negri slalu saja diperlakukan sperti zaman kolonial," tulis pemilik akun Facebook lainnya bernama Mas Doel.


Kepala Disnakertrans Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, membenarkan kejadian yang terjadi di PT Taekwang tersebut. Insiden itu terjadi pada Kamis 4 Maret 2021 lalu dan pada saat itu juga videonya viral. Pihaknya sudah memanggil manajemen PT Taekwang untuk dimintai keterangan.

"Dalam keterangan manajemen PT Taekwang, pada Jumat kemarin oknum TKA tersebut sudah diberikan surat pemutusan hubungan kerja. Jadi dia sudah dipecat. Kami minta permasalahan yang sama tidak terulang lagi di mana pun, tidak hanya di pabrik ini saja," ujar Yeni.

Komentar