Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Penabrak Pesepeda Terancam, Ini Pertimbangan Hukumnya

Kabar terbaru datang dari pelaku penabrak pesepeda di bundaran HI Jakarta telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam dengan hukuman 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya ia mengatakan bahwa sopir Mercy yang menabrak pesepeda road bike di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/3) pagi untuk melarikan diri hanya berlangsung singkat.

Selanjutnya dikutip dari kumparan mengatakan bahwa Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, menyatakan MDA dijerat dengan Pasal 310 ayat (3) juncto Pasal 312 UU LLAJ.

Berdasarkan ketentuan tersebut, MDA terancam maksimal 5 tahun penjara. Berikut bunyi pasalnya:

Pasal 310 ayat (3) UU LLAJ:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Pasal 312 UU LLAJ:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

"Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan," kata Sambodo seperti dikutip dari Antara.

Sambodo mengatakan, MDA ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan 2 alat bukti, termasuk rekaman kamera tersembunyi dan keterangan saksi maupun pelaku.

Adapun perbuatan MDA menabrak pesepeda lalu kabur membuat korban mengalami luka tulang rusuk.

Sumber : Kumparan

Komentar