Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Luhut Sebutkan Jokowi Pecat Pejabat Pertamina, Siapa Orangnya?

Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dia menyebutkan bahwa ada pejabat tinggi PT Pertamina (Persero) yang dipecat oleh Presiden Jokowi. Namun Sayangnya, dia tidak menyebut siapa pejabat tersebut

Seperti dikutip dari kumparan yang mengatakan bahwa Luhut mengatakan, penyebab pejabat Pertamina dipecat Jokowi karena BUMN tersebut masih saja menggunakan produk impor padahal Indonesia sudah bisa memproduksi secara mandiri.

"Bikin pipa, tadi Pertamina. Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu? Ada pejabat tinggi Pertamina itu kemarin dipecat presiden langsung," ujar Luhut pada Rakornas BPPT, Selasa (9/3).

Luhut membeberkan selama ini belanja barang impor yang dilakukan Indonesia nilainya mencapai Rp 1.300 triliun. Padahal menurut Luhut, andai saja dari total belanja barang impor tersebut, sebanyak 50-60 persennya bisa digunakan untuk membeli produk dalam negeri maka hal itu akan menciptakan jutaan lapangan kerja. Sebab permintaan produk dalam negeri akan meningkat.

"Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekadar gini (uang) saja. Bertameng di belakang kesalehannya sesuai agamanya masing-masing. Padahal dia maling," tandasnya.

Luhut Minta Jokowi Pecat Pejabat yang Tidak Prioritaskan TKDN

Luhut menyampaikan bahwa  dia yang menyarankan Presiden Jokowi memecat oknum yang tidak mau memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

"Jadi saya bilang, kalau nanti ada kita ketahuan Pak Presiden, bapak harus memecat. Mengganti orang itu. Karena kalau tidak, kita ini semua beragama tapi pada hakikatnya kita mengkhianati apa yang kita yakini dengan berbohong, menipu, dan sebagainya," ujarnya.

Foto : Luhut Binsar Pandjaitan (Screenshot)

Komentar

  1. Jangan buru2 di hubungkan ke masalah agama pak, bentuk dulu mereka untuk lebih fokus pada produk negeri sendiri baru jika sdh tidak ada baru cari ke luar

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun