Langsung ke konten utama

Trending Topic

Polisi Ini Dilaporkan Istri Sendiri Di Propam, Ada Apa?

Hati hati! Meterai 6.000 dan 10.000 Palsu, Begini Kerugian Negara

Kabar terbaru datang dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa telah membekuk para pengedar materai rp6.000 dan rp10.000 palsu, 

Berdasarkan hal tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar 37 miliar rupiah. 

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa para pengedar materai palsu sekitar ada 5 orang dan  dilakukan sejak  tiga setengah tahun yang lalu. 

“Diedarkan hampir di seluruh Indonesia, ini merupakan tindak pidana lintas provinsi. Ancaman hukuman ada yang 6 tahun dan 7 tahun penjara,” kata Yusri saat Konferensi Pers Ungkap Kasus Bea Meterai Palsu, Rabu (17/3).

Seperti dilansir dari kontan mengungkapkan bahwa Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Neilmaldrin Noor menyayangkan adanya oktom yang telah memalsukan meterai tersebut. Ia menyampaikan pada dasarnya, meterai tempel adalah pajak atas dokumen yang salah satu tujuannya adalah penerimaan negara. 

“Sumber penerimaan negara yang sama-sama kita pakai untuk pembangunan dan penyelenggaraan negara. Ini menyebabkan potensi kerugian negara, dan merugikan seluruh masyarakat,” kata Neil saat Konferensi Pers Ungkap Kasus Bea Meterai Palsu, Rabu (17/3).

Untuk itu, Neilmaldrin mengimbau kepada seluruh masyarakat agar membeli meterai asli dan bisa membedakan meterai palsu. Ia menegaskan apabila di luar harga tertera di meterai, hampir bisa dipastikan meterai itu palsu.

Foto : Contoh Materai Asli

Komentar