Langsung ke konten utama

Trending Topic

Polisi Ini Dilaporkan Istri Sendiri Di Propam, Ada Apa?

Habib Rizieq Shihab didakwa Atas Tiga Kasus, Ini Kasusnya dan Pasalnya

Kasus Habib Rizieq Shihab terus berlanjut dan bahkan proses hukum tersebut sudah masuk pada ruang pengadilan di mana Jaksa telah membacakan dakwaan terhadap Habib Rizieq Shihab.

Berdasarkan dakwaan yang telah dibacakan oleh pihak jaksa penuntut umum ternyata Habib Rizieq Shihab didakwa dengan dakwaan alternatif terhadap tiga kasus.

Adapun kasus yang didakwakan terhadap Habib Rizieq Shihab yakni : kerumunan di petamburan; kerumunan di Mega Mendung; dan data swab di RS UMMI, Bogor.

Selanjutnya dalam penjelasan dari kumparan mengatakan bahwa Dakwaan dibacakan di tengah gelombang protes yang diajukan oleh kuasa hukum dan Habib Rizieq sendiri. Habib Rizieq protes dihadirkan secara paksa di ruang sidang dari Bareskrim Polri.

Sebagai bentuk protes, ia pun diam tak menjawab pertanyaan hakim. Namun, dakwaan tetap berlanjut hingga selesai dibacakan.

Dalam tiga dakwaan jaksa, Habib Rizieq didakwa dengan pasal berlapis secara alternatif yaitu :

Kasus Kerumunan Petamburan

Dakwaan:

Kesatu: Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Kedua: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ketiga: Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Keempat: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Kelima: Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Kasus Kerumunan di Megamendung

Dakwaan

Kesatu: Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP.

Kasus Tes Swab di RS UMMI Bogor

Dakwaan:

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.






Komentar