Langsung ke konten utama

Trending Topic

Massa Bakar Pos Anggota Raider 200 dan Batalyon Zipur 2, Apa Yang Terjadi

Amin Rais Telah Minta Tuhan Melaknat, Ini Alasan Tegasnya

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa 6 pengawal Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian karena diduga telah melakukan penyerangan terhadap petugas.

Pihak keluarga pengawal Habib Rizieq Shihab yang telah tewas melakukan sumpah mubahalah sebagai bentuk bahwa pihak keluarga belum menerima tewasnya para pengawal HRS tersebut.

Seperti dijelaskan di MakassarTekini disebutkan bahwa Sumpah itu dibacakan oleh ayahanda Faiz, Syuhada, dan diikuti oleh keluarga pengawal lainnya. Mantan Ketua MPR, Amien Rais, pun turut menyaksikan secara virtual.

Dikatakan bahwa keluarga juga sudah mengundang Polri untuk hadir dan sama-sama menyatakan sumpah, akan tetapi mereka tidak datang.

“Sudah kita undang, tak datang. Seperti permintaan kita kepada Allah, Allah (akan) memberikan laknat dunia dan akhirat,” ujar Amien Rais pada hari Rabu ini, 3 Maret 2021, dikutip dari Kumparan.

Amien meyakini bahwa 6 pengawal Rizieq yang tewas dalam kejadian itu merupakan korban penganiayaan. Menurutnya, mereka telah dizalimi sehingga harus meregang nyawa.

“Saya yakin sekali bahwa mereka yang teraniaya betul-betul objek kezaliman. Kita yakin semua bahwa doa kita dikabulkan Allah SWT,” seru Amien.

Mantan Ketum PAN itu lalu menyinggung soal sumpah mubahalah yang dipilih keluarga sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil penyelidikan kasus ini.

Ia juga mengatakan bahwa sumpah ini sebenarnya lebih dikenal dengan Sumpah Pocong dan tidak diatur dalam hukum positif.

“Ternyata ada istilah hukum teknisnya, sumpah pemutus.”

Permintaan untuk melakukan sumpah mubahalah bukan pertama kali dilontarkan keluarga pengawal Rizieq.

Ketika diperiksa oleh Komnas HAM, Syuhada sempat mengundang Kapolda Metro Jaya, yakni Irjen Fadil Imran, untuk melakukan sumpah mubahalah.

Syuhada mengatakan bahwa dirinya yang tidak begitu paham hukum ingin melakukan hal sesuai dengan yang diajarkan dalam agama, dalam konteks ini menyelesaikan masalah dengan mubahalah.

“Kami tidak mengerti hukum, tapi ada satu hal yang kami pahami karena saya muslim. Untuk mengungkap kebenaran, maka kita gunakan syariat Islam,” tutur Syuhada di Komnas HAM.

“Saya mengajak Kapolda Metro Jaya yang telah mengumumkan, yang telah mengakui membunuh anak kami untuk membuktikan kebenaran. Siapa yang salah, siapa yang benar, siapa yang zalim, siapa yang benar, maka saya mengajak secara syariat Islam kerena agama saya Islam untuk bermubahalah,” pungkasnya.

Sumber : MakassarTekini

Sumber Foto : Warta Ekonomi

Komentar