Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Terungkap Cara dan Jangka Waktu Pembuatan Sertifikat Tanah di BPN, Ini Ulasan yang harus diketahui

Membuat sertifikat tanah merupakan hak bagi setiap masyarakat agar tanah yang dimiliki memiliki kekuatan pembuktian yang jauh lebih baik. 

Membuat sertifikat tanah bagi orang tertentu susah-susah mudah sebab banyak masyarakat yang kurang memahami sistem atau prosedur cara mengurus sertifikat tanah sehingga merasa bahwa mengurus sertifikat tanah memakan waktu yang cukup panjang. 

Prosedur dan Jangka Waktu 

Dikutip dari kompas menjelaskan bahwa Tahapan pengurusan tanah lazimnya dilakukan dalam dua tahapan, yakni pertama melalui notaris dan kedua mengurusnya di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat sesuai dengan lokasi tanah berada.

Dikutip dari laman resmi Indonesia.go.id, Rabu (24/2/2021), di kantor BPN, pemilik tanah harus mengiris formulir pengajuan pendaftaran sertifikat tanah.

Pemilik tanah atau yang mewakilinya akan mendapatkan map dengan warna biru dan kuning. Saat proses pendaftaran di kantor BPN, buatlah janji dengan petugas untuk mengukur tanah.

Beberapa dokumen yang dilampirkan selama proses pendaftaran sertifikat tanah di kantor BPN adalah Akta Jual Beli Tanah, KTP dan fotocopy, KK dan fotocopy, serta fotocopy girik (jika ada).

Dokumen lain yang harus dibawa antara lain Surat Keterangan Tidak Sengketa, Surat Keterangan Riwayat Tanah, dan Surat Keterangan Tanah secara Sporadik. Dokumen-dokumen surat keterangan tersebut bisa didapatkan kantor desa atau kelurahan di mana lokasi tanah berada.

Setelah pengukuran tanah, pemilik tanah akan mendapatkan data Surat Ukur Tanah. Serahkanlah untuk melengkapi dokumen yang telah ada.

Lama pembuatan sertifikat tanah di BPN ini kurang lebih setengah hingga satu tahun lamanya. Kadangkala, pemilik tanah perlu memastikan kepada petugas BPN kapan sertifikat tanah akan jadi dan dapat diambil.

Selain BPN, pemilik dapat membuat sertifikat melalui PPAT, namun bisa jadi harga untuk mengurusnya bisa berlipat-lipat. Selain itu, upayakan agar pemilik tanah melakukannya sendiri dan tidak menggunakan cara yang meragukan, bahkan calo.



Komentar

  1. Apa benar seperti itu prosedur nya, ternyata kenyataannya gak seperti itu tuhh...

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun