Langsung ke konten utama

Trending Topic

Polisi Ini Dilaporkan Istri Sendiri Di Propam, Ada Apa?

Siapa yang Mendanai Buzzer Istana? Ini Jawaban Jusuf Kalla

Kabar terbaru datang dari mantan Wakil presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa mantan wakil presiden tersebut merasa gerah dengan sikap para buzzer pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut menyusul pertanyaannya soal kritik tanpa dipolisikan rupanya disalahartikan buzzer.

Dilansir dari kompas disebutkan bahwa JK mengaku tak mengerti alasan buzzer menuding pertanyaannya itu sebagai hal negatif. Dia hanya menyayangkan ulah 'buzzer Istana' itu antikritik terhadap masukan yang disampaikan masyarakat.

"Saya tidak tahu siapa pihak-pihak yang memelihara atau mendanai buzzer itu. Waktu zaman saya tidak ada (buzzer). Sama sekali tidak ada," katanya.

Menurut JK, aktivitas buzzer seharusnya menyebarkan informasi serta argumentasi yang baik, bukan malah menyudutkan orang dan memfitnah.

"Kalau buzzer itu beragumentasi dengan baik itu bagus. Tapi kan dia tidak beragumentasi, hantam kromo saja ke orang, memfitnah, menghantam pribadi. Kalau beragumentasi dengan baik ya bagus," jelas Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

JK juga mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terbuka akan kritik terhadap dirinya dan pemerintahannya.

“Sekarang Presiden meminta kritik. Itu sangat baik sekali, kita mendukung itu. Cuma caranya, harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat,” ucap JK.

"Jangan terlalu curiga kepada orang, terutama orang-orang sekitar jangan ada curiga. Jangan terlalu baper lah bawa perasaan," katanya.

"Seperti contoh ini, saya bertanya dikira memprovokasi, ini kan beda sekali. Loh di mana letak provokasinya, saya cuma bertanya bagaimana caranya. Kalau pemerintah yang mengatakan itu kan lebih tegas. Orang-orang juga peduli karena mempunyai efek hukum," imbuh Jusuf Kalla.


Komentar

  1. Ya lucu lah wong orang bertanya dicurigai...coba lebih teliti dan ditelaah ya...apa kata" itu kalimatnya apa jangan sampe salah dimengerti salah diinterpretasi..ya?!




    BalasHapus
  2. Sebetuknya opisisi penting bagi pemerintah , utk bisa mengawasi jalan nya pemerintahan

    BalasHapus
  3. Gak ada lah buzzer Istana, yang ada buzzer individual yang mencintai kerja presiden nya yang tulus membangun negara nya

    BalasHapus
  4. Yang ada buzer NKRI yg mencintai kinerja Jokowi. Dulu buzer PKS dan HTI selalu menghiasi media sosial sejak pilpres 2014 . Tapi mereka org org bayaran, dan skrg kayaknya para buzer HTI dan PKS sdh kalah viral dgn para buzer individual (buzer NKRI) Segenap narasi narasi yg disebarkan oleh buzer HTI dan PKS sdh tdk dipercaya rakyat lagi. Krn sejak banyak buzer HTI dan PKS yg ditangkap oleh aparat Krn terbukti menyebarkan HOAX dan Fitnah dan juga sejak HTI dibubarkan dan dianggap sbg organisasi terlarang, maka gaung narasi narasi yg mereka lontarkan ke publik sdh tdk dipercayai lagi oleh nitizen dan publik. Makanya skrg para oposan mengopinikan adanya buzer istana, padahal faktanya tdk ada buzer istana , justru yg ada adalah kelompok2 individual pendudukung setia dan pengawal Jokowi . Buzer individual yg menamakan diri
    buzer NKRI berharap pak Jokowi bisa menyelesaikan tugasnya hingga 2024 , jgn ada yg ganggu dan merecoki program program yg sdh dicanangkan oleh Jokowi pd saat kampanye pilpres dulu, agar semuanya terwujud.

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun