Langsung ke konten utama

Trending Topic

Massa Bakar Pos Anggota Raider 200 dan Batalyon Zipur 2, Apa Yang Terjadi

Minta Jokowi Mundur, KAMI Se-Jawa Keluarkan Maklumat, Terungkap Alasannya

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa presiden Republik Indonesia berkunjung ke Indonesia sehingga menimbulkan kerumunan warga.

Hal tersebut menjadi perdebatan di masyarakat sebab ada pihak yang mengatasnamakan KAMI meminta presiden republik Indonesia Joko Widodo untuk mundur dari kursi presiden berkaitan dengan kasus kerumunan yang terjadi di NTT.

Dikutip dari ringtimesbanyuwangi menjelaskan bahwa Sikap diambil oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) berujung mengeluarkan maklumat menyoal kerumnanan Jokowi di NTT tersebut.

Diterbitkannya maklumat soal kerumunan Jokowi itu terjadi karena massa yang berkumpul tanpa sengaja dalam kunjungan kerja presiden Jokowi di Maumere NTT pada 23 Ferbuari 2021 lalu.

Atas kejadian kerumunan Jokowi di NTT itu, KAMI pulau Jawa menerbitkan maklumat nomor 08/II/2021.

Dalam maklumat itu ditegaskan KAMI jika negara Indonesia adalah negara hukum yang tak mengenal adanya diskriminasi dan double standard demi hukum dan keadilan. Dimana berlaku sama untuk semua warga negaranya.

KAMI juga mengeluarkan sikap mengenai kerumunanan akibat kunjungan kerja Jokowi ke NTT itu dalam beberapa poin yang dijabarkan dalam maklumat seperti yang diterima Pikiran-rakyat.com dan dikutip Ringtimesbanyuwangi.com pada 26 Februari 2021. Berikut isinya.

1. Bahwa sengaja atau tidak sengaja adanya indikasi kuat bahwa Presiden telah melanggar UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Menular, UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Inpres No.6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin & Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19.

2. Bahwa ketika Presiden bertemu dengan sekelompok masyarakat NTT, dengan sengaja berhenti dan muncul di atap kendaraannya untuk menyapa dan membagi souvenir kepada masyarakat.

Padahal perbuatan Presiden tersebut sangat disadari akan menimbulkan kerumunan massa, seperti yang terlihat pada beberapa video.

Dengan jumlah massa yang sangat banyak, dengan jarak yang sangat rapat, bahkan terlihat kerumunan masyarakat tersebut ada yang tidak menggunakan masker.

Bahwa demi tegaknya hukum dan keadilan, dan suksesnya Pengendalian Covid - 19 Presiden harus menerima kenyataan untuk di proses hukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Bahwa demi penegakkan hukum dan persamaan hak dan kewajiban dimuka hukum, dan menghindari kesulitan dalam proses hukum atas pelanggaran sesuai point 1 d iatas, sebaiknya Presiden dengan kesadaran, kebesaran jiwanya dan atas kemauannya sendiri, untuk sementara waktu mengundurkan diri sebagai presiden Republik Indonesia, apabila penegakkan hukum akan dan atau selama proses hukum berlangsung (due process of law).

Maklumat tersebut juga ditandatangani oleh berbagai perwakilan KAMI se-Jawa diantaranya Mudrick Setiawan Malkan Sangidu yang merupakan perwakilan KAMI Jawa Tengah. Kemudian, Syukri Fadholi perwakilan dari KAMI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak hanya itu saja, maklumat ini juga mendapat tandatangan dari Daniel Mohammad Rasyid dari KAMI JAWA TIMUr, Syafril Sjofyan dari KAMI JAWA BARAT, dan Djuju Purwantoro dari AP-KAMI DKI Jakarta.

Sumber : ringtimesbanyuwangi


Komentar

  1. Pertanyaan nya,yang jadi presiden itu bapak Joko Widodo atau yang mengatasnamakan KAMI?
    KAMI itu apa?
    Ngomong seenaknya saja ( sak udele Dewe)

    BalasHapus
  2. Siapa dan sudah berbuat apa untuk Indonesia KAMI... Kita Rakyat bersama jokowi susah dan senang. Krn jokowilah peesiden yang akan mewariskan masa depan cerah ..utk Bangsa dan Negara

    BalasHapus
  3. KAMI......tanyakan ke pimpinanmu apa yg sudah di perbuat unk Indonesia, kalau cuma ngomong anak SD juga bisa. Rakyat menanti karyamu bukan gombalanmu

    BalasHapus
  4. Seenaknya bilang mundur !!!! Kami itu apa ? Karyanya apa?... Mau bls dendam krn ribubarkan dandim di tugu pahlawan waktu buat keramaian yg disrngaja....lah di NTT rakyat spontan bukan diundang .

    BalasHapus

Posting Komentar

Berilah komentar yang mendukung dan santun