Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Perwira Kopassus Pemilik Ilmu Getar di Tragedi Cijeruk Masuk Papua

OBERITA -  Setelah dua tahun menjabat Komandan Komando Distrik Militer 0703/Cilacap, akhirnya Letnan Kolonel TNI Wahyo Yuniartoto harus pergi meninggalkan pasukannya.

Ya, perwira menengah Tentara Nasional Indonesia (TNI) kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini baru saja menyerahkan tongkat komando Kodim 0703/Cilacap kepada Letnan Kolonel TNI Andi Afandi.

Berdasarkan siaran resmi Kodim 0703/Cilacap dilansir VIVA Militer, Rabu 9 Desember 2020, serah terima tongkat komando telah dilakukan di aula Jenderal Ahmad Yani di Markas Korem 071/Wijayakusuma di Banyumas, dengan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel TNI Dwi Lagan Safrudin

Letkol TNI Wahyo selanjutnya akan pindah tugas ke Papua. Dia dipercaya untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Tim Pelatih (Katimtih) di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) XVIII/Kasuari.

Perlu diketahui, Letkol TNI Wahyo mulai menjabat Dandim 0703/Cilacap pada 23 November 2018, kala itu dia menggantikan Letkol Yudi Purwanto.

Sebelumnya lagi, perwira menengah Kopassus ini pernah menjabat Komandan Batalyon 14 dari Grup 1 Para Komando Kopasus Batalyon ini pernah jadi sorotan masyarakat karena keberhasilan mereka menemukan 5 jenazah korban di tragedi bencana longsor Cijeruk, Kabupaten, Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2018.

Yang tak kalah bikin hebohnya, jadi Letkol Wahyo dan pasukannya berhasil mendeteksi keberadaan jenazah korban yang tertimbun di bawah longsoran tanah, dengan menggunakan keahlian ilmu tenaga dalam yang disebut dengan nama Ilmu Getar Merpati Putih.

Nah sekarang Letkol TNI Wahyo telah bersiap menembus Papua untuk menjalankan tugas barunya, secara khusus VIVA Militer mengucapkan selamat bertugas dan semoga sukses di markas baru Komando.

Komentar